Ini Nih Kriteria Gambler Forex

Seorang gambler forex itu berapa pun modal yang ada di akun pasti akan habis, kemudian bakal ditambah lagi, dan begitu seterusnya sebelum profit tinggi didapat. Menjadi gambler forex terkadang tidak dikehendaki dari awal trading, tapi seiring berjalannya waktu seseorang bisa menjadi gambler forex karena tidak bisa mengontrol psikologi serta tidak memiliki pengetahuan forex yang cukup.

Gambler Forex

Nyatanya, trading forex bisa dilakukan guna meningkatkan kekayaan serta melindungi kekayaan dari gerusan inflasi. Bukankah trading forex sama halnya dengan gambling? Sejatinya, yang menentukan trading forex apakah investasi jangka panjang & bisnis atau gambling itu diri Anda sendiri. Jadikan forex sebagai investasi jangka panjang & bisnis dengan menjadi trader forex sejati yang bisa menuntun Anda jadi pemenang dalam trading. Namun, jika dari awal memenuhi kriteria berikut berarti Anda menjadi gambler forex & bersiap menjadi pecundang dalam trading:

Trading hanya tebak-tebakan    

Tolak ukur dari trading forex adalah tren (uptrend, downtrend, dan sideway). Tren ini bakal menjadi penentu tindakan trader, apakah melakukan transaksi jual atau beli. Pada dasarnya, tren bergerak sangat fluktuatif dan tiada yang tahu pasti pergerakan tren forex. Gambler forex hanya akan menggunakan insting dalam melihat pergerakan tren forex. Padahal, tidak sepenuhnya insting sesuai dengan kenyataan. Alhasil, bukan untung yang dididapat melainkan “buntung”. Trader forex sejati akan melihat pergerakan forex dengan 2 teknik analisa forex yakni analisa teknikal & fundamental. Analisa teknikal, analisa dengan menggunakan indikator yang berkaitan dengan unsur garis, patokan harga, grafik, lembah, dan puncak. Analisa fundamental, analisa dengan memanfaatkan berita forex terkini & terpercaya di antaranya inflasi, suku bunga, kondisi politik, bencana alam, dan masih banyak lagi.

Trading tanpa money management        

Menetapkan persentase batasan kerugian per trade & batasan kerugian maksimum menjadi bentuk money management yang penting dimiliki trader agar bisa trading lebih lama & berpotensi meraih profit. Sayangnya, gambler forex tidak menghiraukan ini karena yang dipikirannya hanya untuk mendapatkan profit besar tanpa memikirkan solusi untuk meminimalisir resiko yang akan selalu mengintai.

Seorang gambler forex hanya memikirkan kemenangan tanpa menghiraukan money management yang sejatinya sangat penting untuk memperpanjang usia trading. Bagaimana tidak? Adanya money management yang baik bisa membuat modal tidak habis total sehingga masih bisa buka posisi trading sekaligus bisa membuat modal berkembang sehingga berpeluang dapat keuntungan yang lebih besar & konsisten dengan buka posisi dengan lot transaksi yang lebih besar. Kondisi sebaliknya bakal dialami gambler forex yang tidak memiliki money management. Akan kondisi ini, gambler forex bakal terus berusaha untuk menambah modal pada akun trading agar dapat trading forex sekaligus mendapatkan profit tinggi yang diinginkan.

Trading dengan ukuran lot tidak sesuai dengan modal & kemampuan    

Profit, salah satu impian bagi setiap orang yang melakukan trading. Sayangnya, gambler forex selalu ingin cepat dapat profit dalam trading. Contohnya dengan trading dengan ukuran lot yang tidak sesuai dengan modal & kemampuan. Modal di akun sekitar $500, tapi buka posisi dengan ukuran lot sekitar $50,000 (leverage 1:100). Ini berarti resiko kerugian yang ditanggung 10 kali lipat lebih besar. Jika tren tidak sesuai dengan perkiraan, modal bakal hilang total. Kalau sudah begini, tidak menutup kemungkinan bakal balas dendam dengan menambah modal & kembali melakukan trading dengan lot transaksi yang lebih besar agar keuntungan lebih cepat didapat. Buka posisi tanpa pertimbangan yang matang sangatlah berbahaya. Namun, inilah kriteria gambler forex yang selalu emosional dalam trading sehingga overtrade untuk mendapatkan profit tinggi dengan cepat.